-

Breaking

31 December 2011

31 December

Walikota Bandung diperiksa kejati jabar


Bandung, Majalahmahardika.com.– Walikota Bandung Dada Rosada dimintai ketengan yang berhubungan dengan dana social (Bansos) pemerintahan Kota Bandung, ia datang ke kantor Kejaksaan Tinggi Jabar itu kapasitas sebagai saksi. Dan ia datang tidak ijin dari presiden, hal tersebut menurutnya untuk mempercepat proses pemeriksaan dan sebagai warga Negara yang baik. Demikian Dada ketika dicegat beberapa wartawan setelah keluardari gedung Kejadi di Jalan Riau (RE.Martadinata ) Bandung.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Yuswa Kusuma membenarkan kepada wartawan bahwa Dada Rosada tidak menunggu ijin dari presiden, karena dengan alasan ingin membantu lancarnya pemeriksaan. Namun Dada ketika ditanya wartawan, sedikit lemah lembut menjawab pertanyaan wartawan bahkan sambil tersenyum. Namun tetap di wajahnya terlihat was was seperti ada yang disembunyikan.
Pemeriksaan lanjutan dimungkinkan akan terjadi lagi dan dipanggil, tetapi tergantung dari hasil jawaban pemeriksaan terdahulu. Tidak dijelaskan secara rinci tentang kasus Bansos Pemkot Bandung yang sudah menyeret 5 (lima) tersangka masing masing berinitial Ys, Us, R, Lb dan F. Mereka sudah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kebon Waru Bandung.
Diperiksanya Walikota Bandung oleh Kejati Jabar, muncul berbagai asumsi di masyarakat Kota Bandung, bahkan tidak sedikit yang bersuara negatif tentang walikota Bandung. Apalagi belakangan ini Dada Rosada di kabarkan akan mencalonkan orang nomor satu di Jawa Barat.
Selain Dada Rosada, Juga Sekwilda Edi Siswandi diperiksa. Keduanya diperiksa tim penyidik tindak pidana khusus Kejati jumat lalu(30/12) dari pemeriksaan yang secara tertututp itu, menyoroti dana sosial yang ditekankan darimana aliran/mendapat dana yang nilainya puluhan miliar atau tidak kurang dari Rp80 miliar.
Hal itu diakui oleh keduanya, bahwa pemeriksaan yang lamanya tidak lebih dari satu jam, meliputi aliran dana atau memperoleh dana sebanyak itu.- (Sonni Hadi)

29 January 2011

29 January

Gagal Kawin Keburu Dibekuk Polisi


Gagal Kawin Keburu Ditangkap Polisi

SUBANG,-(Majalahmahardika.com).- AC (Ade Carlim,41) alias Keling, warga Kampung Melong Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan,Subang akhirnya batal melangsungkan perkawinannya dengan janda asal Sukatani,Desa Cikawung, Kec.Trisi Kab.Indramayu karena keburu ditangkap polisi,padahal sudah melamar dan memberikan hadiah perhiasan.

Tersangka yang kini diperiksa di Unit I pimpinan Ajun Inspektur Satu Ali Sudjoko tersebut karena dilaporkan melakukan penipuan dan penggelapan dua sepeda motor terhadap kenalannya. Bahkan salah satu sepeda motor diberikan kepada calon isterinya, sedang satu lagi dijual untuk kebutuhan sehari-hari selama pelariannya di daerah Indramayu.”Kita berhasil menangkap tersangka saat berada di sebuah gubuk yang ada di pesawahan Blok Subang, Kecamatan Trisi Indramayu, “kata Kepala Satreskrim Ajun Komisaris Imron Ermawan mewakili Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto, Jum’at (28/1).

Selain tersangka, ditangkap pula penadahnya berinitial Did(Didin,26) alias Ence warga Kampung Sukatani Desa Cikawung Kec. Trisi. Sedangkan modus yang dilakukan Keling dengan berpura-pura meminjam motor Honda Beat Nopol T 3363 UU kepada Sutisna warga Kampung Sukamaju Desa Dawuan Kaler Kec. Dawuan dan Wawan warga Kampung/Desa Curug Agung Kec. Sagalaherang sepeda motor Yamaha Vega R Nopol D 6503 ZR. Namun setelah ditunggu tidak datang dan dicari ke rumahnya pun tidak ada. Akhirnya persoalan ini dilaporkan ke Mapolres.

Jajaran Satreskrim yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan terendus kalau tersangka memiliki tunangan di daerah Indramayu, termasuk kendaraan yang digelapkannya diboyong ke sana. Sepeda motor Beat diserahkab kepada Yati sebagai lamaran untuk perkawinan dan Yamaha Vega R digadaikan kepada Didin seharga Rp 1.5 juta, uang yang diterimanya kemudian dibelikan perhiasan emas.
(Sonni Hadi/Subang)