-

Breaking

11 June 2017

11 June

Copet Gentayangan di Monument Korbannya Puluhan Orang

Anggota RAPI Kecopetan:(ft Sonni Hadi)
Dipatiukur, (Majalahmahardika).- Sedikitnya 20 orang korban pencopetan, paling sedikit uang kontan yang diraih "Tangan Panjang" Rp 500 ribu, bahkan ada yang Rp 6 juta amblas dirogoh sang pencopet, di kawasan pedagang kaki lima musiman halaman monumen perjuangan rakyat jawa barat Jl Dipatiukur Bandung.


Salah satu korban yang dirogoh tas berisikan dompet dan identitas diri seperti KTA RAPI, ATM Bank Mandiri, ATM Bank BRI, KTP, Kartu BPJS dan uang kontan. Sedangkan Leny (23) asal Garut yang sengaja mau belanja untuk lebaran, hilang jutaan rupiah berikut loket yang berisikan KTP STNK motor SIM C. Demikian juga beberapa korban pencopetan lainnya, berduyun duyun lapor ke Polsekta Coblong Jl Cisitu Bandung, (Minggu 11/5).

Menurut Ellis Ratih (JZ 10 VKK) kepada polisi ketika melapor kehilangan dompetnya, ia sedang berada di tempat jualan pakaian (tenda pakaian) saat itu terasa hanya ada seorang wanita berusaha mendesak, dari kiri kanan, tidak sadar tas yang berisikan dompet saat itu raib. Diduga keras pelakunya beberapa wanita yang mengerumuni.

Hal sama diungkapkan oleh Lenny dari Garut yang melaporkan kejadiannya, memastikan dompet yang hilang dicopet diambil oleh para wanita yang bergerombol desak desakan. Karena di sekitarnya tidak ada laki laki. Saat itulah dompet yang berada di tas besar yang ditenteng hilang sangat cepat.

Suasana pasar tumpah yang setiap hari minggu ada di kawasanmonumen, belakangan dikabarkan sering kehilangan atau kecopetan, diduga keras komplotan copet mengarah kekawasan monumen yang dipadati oleh para calonpembeli yang dari dari berbagai kota.

Mereka mengaku datang dari daerah karena selain obral, juga kualitas barang didagangkan kualitas toko dan pabrik, bukan lagi barang bekas.

Wartawan:     Fujianti
Editor      :     Yopi SH.

08 June 2017

08 June

TIDAK ADA THR UNTUK WARTAWAN ATAU TUNJANGAN LEBARAN DARI INSTANSI

Jakarta, (Majalahmahardika).-  Tahun berantas korupsi, kini diikuti oleh dewan pers.  Hal itu dibuktikan dengan menerbitkan surat Imbauan ke berbagai instansi pemerintah, BUMN atau swasta. Hal tersebut biasanya dibudayakan oleh kalangan "oknum wartawan atau yang mengaku wartawan" dengan mendatangi berbagai instansi atau perusahaan perusahaan yang biasa menyediakan "Paket lebaran".
Kini lebih jelas lagi, kebiasaan mengharap dan meminta kepada berbagai instansi dibentengi olehsurat edaran dari dewan pers, isinya sbb;



Dengan surat imbauan yang ditanda tangani oleh Ketua Dewan pers Yosep Adi Prasetyo,  juga memperjelas bahwa organisasi profesi di indonesia yang menjadi konstituen Dewan Pers hanya ada 3 organisasi wartawan yaitu PWI (Persatuan Wartawan Indonesia,) AJI (Aliansi Jurnalis Independen danIJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia).


Wartawan Fujianto
Editor : Yopi SH.