-

Breaking

16 October 2018

16 October

MASJID ITU KUDU RAMAH

MASJID ITU KUDU RAMAH

Ketua DMI Jabar Zulkarnaen (ft Ist)


Depok - Dewasa ini semakin banyak Masjid yang bangunannya megah, indah, lengkap fasilitasnya. Meski demikian kita masih langka menemukan Masjid yang Bersih dan Ramah kepada para Jamaahnya. Khususnya kepada Jamaah usia Remaja dan Kanak-kanak serta penyandang difabel alias  penyandang cacat.

"Bilamana kita melongok ke Toiletnya, amboi kotornya. Tatkala kita pipis, airnya kagak ngocor. Pintu toiletnya dibiarkan rusak nggak bisa dikunci. Tatkala mau ambil air Wudhu, airnya nggak jernih dan kecil. Tatkala masuk ruang Sholat, Karpet atau Sajadahnya bau aroma tidak sedap," ujar Ir Zulkarnaen M.Sc, Ketua Pengurus Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Barat dalam Rapat Kerja Pengurus DMI Kota Depok, Ahad kemarin di Masjid Balaikota Depok.

Zulkarnaen selanjutnya menyerukan agar para Ketua DKM se-Kota Depok Dan Kota-kota di Jawa Barat mulai mengubah orientasinya. Yaitu Masjid itu kudu Bersih, Indah, Ramah kepada Anak-anak, Remaja dan penyandang cacat. Sebab Masjid adalah sarana Pendidikan penting buat Anak-anak Kita. Masjid adalah tempat persemaian nilai-nilai Islam termasuk Akhlak khususnya nilai-nilai Kemuliaan Al-Qur'an Dan Sunah Rasulullah Saw. Untuk itu Ketua DKM perlu membangun fasilitas Sosial seperti Taman, Arena Bermain Anak-anak, Perpustakaan, Wi Fi, Arena Latihan Silat dan Olahraga lainnya. Sehingga para Remaja Dan Anak-anak mau datang ke Masjid dengan Sukacita sebab segalanya ada di Masjid. Dan saatnya tiba waktu Sholat langsung Sholat Berjamaah.
Rapat komisi (ft :ist)

Pihaknya katanya terkesan dengan fasilitas dan layanan Yang diberikan oleh para petugas di Masjid Darussalam Karang Tengah Cianjur. Sepatu Dibersihkan dan disemir. Minum kopi dan aneka sirop gratis. Sajadahnya wsngi. Toiletnya super Bersih. Air Wudhunya jernih. "Akhirnya kita pun tertarik dan Berinfak Rp 50 ribu, " tutur Zulkarnaen dalam logat Bahasa Sunda yang medok.

Pelayanan dan fasilitas yang super juga diberikan oleh Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Masjid Namirah Lamongan, dan Masjid Al-Makmur Denpasar. "Ketika Pak JK (Yusuf Kalla) selaku Ketua Umum DMI memerintahkan saya studi banding ke Masjid di Bali, saya heran. Tapi setelah datang langsung dan merasakan Sensasinya di sana, baru saya tahu. Managemennya okr punya. Jamaah Sholat Subuhnya membludak. Saya pun kebagian fi Shaf kelima dari niat di shaf pertama, " sambung Ketua DMI Jabar.

Sementara itu Ketua DMI Depok Dr KH I'ie Naseri Muhammad mengingatkan para Pengurus DMI dan Ketua DKM se-Kota Depok agar terus meningkatkan kerjasama Sinergistik untuk memberdayakan Umat sesuai motto DMI, yaitu kita Mskmurkan Masjid dan Masjid Memakmurkan Kita.

Kepala Cabang BNI Syariah Depok menghimbau sudah saatnya para Pengurus DKM utk membuka rekening dan bertransaksi di BNI Syariah. Agar segalanya halal dan thoyib.

Redaktus Sonni Hadi.

08 October 2018

08 October

BAGAI BUIH DAN SANTAPAN SEDAP PARA PEMANGSA YANG RAKUS DAN LAPAR

Oleh: 

Dindin M Machfudz:

Ketua Dewan Pembina FPI Habib Muhsin Alatas menyoroti posisi Umat Islam dewasa ini yang berada pada posisi yang krusial. Kondisi saat kurang lebih Sama dengan yang digambarkan oleh Nabi Muhammad Saw lebih 14 abad silam, yaitu sebagai berikut :

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air.
Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Habib Muhsin bin Ahmad Alatas yang dikenal sebagai murid Waliyullah Kyai Hasan Asy 'ari dari Magelang ini selanjutnya mengutip kitab al fitan wal malahim ibnu katsir rangkaian akhir zaman urutan2 kehidupan

Dalam Kitab tsb Ulama mumpuni Ibnu Katsir menguraikan perihal kondisi Umat Islam di Akhir Zaman secara rinci lengkap dengan pertanda-pertandanya dan karenanya menjadi referensi para Ulama di Dunia.

Umat Islam itu banyak tapi salah-salah bagai buih di lautan yang terombang-ambing digoyang Gelombang dan dihembuskan Angin.

"Buih itu kan Busa Putih dan ringan tanpa Berat Jenis. Beda dengan Batu atau Besi yang BD-nya lebih berat ketimbang Air Laut sehingga langsung tenggelam ke dasar laut. Sekarang pun Umat Islam terpecah belah atau dipecah belah. Juga para Ulamanya terpecah belah sebagaimana digambarkan Allah dalam QS Ar-Rum : 31. Mereka tiap tiap kelompok menjadi bangga akan kelompoknya.

Umat Islam juga digambarkan oleh Nabi Saw ibarat makanan sedap yang terhidang di atas meja di hadapan para pemangsa yang lapar dan rakus dan nyaris tidak bermoral Sama sekali, " tutur Habib Muhsin yang juga Calon Anggota Legislatif dari Partai Bulan Bintang di depan Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Depok dalam pengajian bulanan kemarin.

Agar Umat tidak terpecah belah dan menjadi santapan sedap para pemangsa rakus serta buih tanpa daya, maka Umat harus Cerdas, Kritis, dan Melek Politik. Jangan alergi dan tak acuh terhadap politik dan perjalanan Bangsa.

Dan Masjid adalah tempat  yang strategis bagi pembelajaran Umat, baik keagamaan, Akhlak, Sosial, Ekonomi, Hukum, Politik. Di zaman Nabi, Masjid menjadi pusat Kegiatan Masyarakat bahkan menjadi Pusat Peradaban Manusia. Nabi Bermusyawarah tentang persiapan dan strategi Perang di Masjid. Juga tentang kelaparan, Bencana, Ekonomi Umat, dan Tata Negara. Piagam Madinah pun dibicarakan di Masjid Nabawi.

Ketua DMI Depok Dr I'ie Naseri Muhammad mengingatkan agar para Ketua DKM se-Kota Depok serba Melek, yaitu Melek Kebutuhan Umat, termasuk Melek Ilmu, Melek Ekonomi, Melek Narkoba, Melek LGBT, Melek Politik. "Kalau tidak, maka Ketua DKM menjadi Gagal Paham terhadap perkembangan dan gejala di Masyarakat dan Komunitasnya," ucap Naseri Muhammad.**

Editor: Sonni Hadi