-

Breaking

13 December 2018

13 December

Hujan Deras pohon Tumbang

Arus Lantas Macet berkilo kilo

Akibat Terhalang Pohon Tumbang

Pohon tumbang.(ft Yopi SH)
Sukalarang, (majalahmahardika).- Ratusan kendaraan di kawasan Jl Sukalarang, terhenti. Arus lalu lintas macet total. Akibat beberapa pohon tumbang ketika hujan deras mengguyur kawasan Sukabumi, Kamis petang (13/12)

Menurut keterangan Achmad Sofian (43) warga setempat, pohon yang tumbang itu akibat hujan sangat deras berbarengan angin kencang dan halilintar. Badang pohon yang cukup besar itu diduga tidak kuat menahan terpaan angin, sehingga tumbang tepat ke badan jalan.

Akibat pohon yang cukup besar melintang di badan jalan, semua kendaraan mulai roda dua dan empat tidak bisa melintas. Sehingga arus lalulintas terhenti semua. Warga masyarakattidak mampumembersihkan ranting dan batang pohon, hingga berusaha mendatangkan alat berat yang juga terhalang oleh beberapa kendaraan yang sudah memenuhi jalan.

Alat berat baru bisa datang setelah bantuan dari kepolisian dan warga mentertibkan kendaraan yang menghalangi untuk jalannya alat berat.

Kejadian pohon tumbang itu sekitar pukul 16.00 sampai pukul 17.30 masih belum selesai sehingga kemacetan arus lalulintas mencapai 3 kilometer. Warga yang hendak melewati daerah tersebut, harus menggunakan ojeg online dan ojeg pangkalan yang berada di sekitar pohon tumbang.

Dari kejadian itu tidak ada korban jiwa, karena ketika hujan lebat tidak ada orang orang yang berteduh di bawah pohon dan agar jauh ke pemukiman penduduk.

Wartawan: Yopi SH

09 December 2018

09 December

Donor Darah itu Sehat

Warga desa 

Mengenal Donor darah


Donor darah
Situ Mandala, (majalahmahardika).- sedikitnya 31 labu darah, hasil dari warga masyarakat desa Situ Mandala Rancah yang melakukan donor darah melalui PMI setempat. Belum lama ini jelang akhir tahun 2018.

Para pendonor darah tersebut di antaranya dari perangkat desa siaga situ mandala kecamatan Rancah, juga karang taruna setempat dan beberapa warga yang sadar akan aksi kemanusiaan, sesuai dengan tema "Setetes Darah Sejuta Kehidupan".

Karang taruna dan perangkat desa
Menurut Hj Iis dari pusat kesehatan desa (Puskesdes), mengharapkan kegiatan yang digelar ini merupakan kelenderan desa setempat dan masyarakat menjadi tahu bahwa menjadi donor darah itu selain menyumbangkan darah juga berdampak kepada kesehatan.

Diharapkan dalam acara selanjutnya, pendonor akan lebih menambah jumlahnya dari sekarang yang tercatat sebanyak 31 orang pendonor.


wartawan: Yusuf S
Editor Yopi

08 December 2018

08 December

Alumni SMAN 3 Juara Umum Porisman 7

Untuk ke empat Kali

SMA Negeri 3 Juara Umum


GOR Tarbak, (Majalahmahardika).- Alumni SMA Negeri 3 Bandung, raih predikat sebagai juara umum pada acara Porisman 7 tahun ini (2018) yang diikuti oleh 6 alumni SMAN di Bandung di lapangan olahraga Taruna Bakti Jl Suci Bandung, (Sabtu 8/12)


Pekan olahraga sekolah menengah atas negeri (Porisman 7) ini tujuannya bukan untuk mencari prestasi dibidang olahraga, namun lebih dititik beratkan kepada kekeluargaan dan kebersamaan para alumni sman era 60 sampai 70 an, untuk bersilaturahim dalam suatu acara yang dikemas lebih banyak hiburan.

Ketua panitia Dade Achmad, pembina upacara Makbul Padmanegara (ft:Sonni Hadi)
Masih kuat lari walau sudah "sepuh" (Ft:Sonni Hadi)
Betapa tidak, mereka yang hadir pada acara tersebut mayoritas berusia antara 50 tahun lebih. dan kenapa porisman pesertanya hanya terbatas sampai sman 6 atau 6 sma. Hal tersebut memang sejak berdirinya ajang silaturahim ini saat itu di Kota Bandung baru 6 sekolah, yakni sman 1 sampai sman 6. Namun demikian jumlah para alumni tidak sedikit, sampai ribuan. Hanya mereka yang bisa hadir sebagian, karena masih banyak para alumni yang kini keberadaannya di luar kota Bandung.

Porisman yang ke 7 ini, dilaksanakan di gedung olahraga sekolah Taruna Bakti Jalan Suci. selain 4 cabang olahraga, yang jadi tujuan diadakannya acara ini juda para alumni menampilkan berbagai kesenian era tahun 60-70-80- an dipadukan dengan kesenian jaman now.

Acara tahun ini kepanitiaan oleh alumni SMAN 6, cabang olahraga yang ditampilkan bola poli, basket, tenis meja dan sepak bola. Keluar sebagai juara umum SMAN 3 Bandung yang untuk ke 4 kalinya bertahan menyandang predikat juara umum. Juara I Basket SMAN 3 Juara II SMAN 2. Juara I cabang olahraga poli SMAN 5 Juara II SMAN I. Cabang olahraga Tenis meja SMAN 3 juara II SMAN 4, cabang olahraga Basket Juara I SMAN 3, juara II SMAN 2 dan cabang olah raga Sepakbola Juara I SMAN I Juara II SMAN 5.
Artis lawas Tetty Kadi pun hadir pada acara Porisman 7(Ft Sonni Hadi)



Selanjutnya untuk pelaksanaan Porisman 8 tahun 2019 giliran SMAN I, acara penyerahan estapet bendera Porisman langsung diserahkan oleh Ketua Panitia Porisman 7 Purn Kombes Pol Dade Achmad kepada Ketua harian IKA SMAN I.


Sementara itu Purn Letjen Makbul Patmanegara alumni SMAN 6 angkatan 1970 selaku pembina upacara mengatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sangat luar biasa kekeluargaan antara alumni dari 6 sekolah.

Tampilan mengagumkan (ft Sonni Hadi)
Bukan karena banyaknya para alumni yang hadir, namun juga yang lebih menggembirakan ini adalah para pesertanya sudah pada "sepuh sepuh" tetapi semangatnya sangat luar biasa. Penyelenggarakan ini memang luar biasa, masalahnya semua panitia dan peserta sudah pada pensiun dan tidak memiliki kekuasaan apapun, namun mampu menyelenggarakan dengan luar biasa berhasil.

Acara ini bukan menonjolkan masalah olahgaranya saja, tetapi bagaimana menonjolkan silaturahmi dengan para alumni. Kemungkinan kedepan olahgara tidak seperti halnya olahraga yang biasa dilakukan kebanyakan yang masih segar bugar. Tapi para alumni ini antinya olahraga seperti kalau main tenis meja tidak seperti sekarang, mungkin nanti hanya lempar bola saja, katanya berseloroh, mengingat usia semakin lanjut.

Sementara itu, pada hiburan lainnya juga Acil Bimbo sempat menyanyikan beberapa lagu, juga Tetty Kadi dengan tembang lawasnya mampu meraih simpati para alumni yang sebaya dengan dirinya.


Sonni Hadi




03 December 2018

03 December

Mau ke WC Ada Mayat

Tewas Tergantung

Dililit Kabel Antene


Tewas tergantung(ft Yusuf)
Pasisian Ciamis, (Majalahmahardika).- Ruhwa (78) kedapatan sudah menjadi mayat tergantung dengan lilitan kabel antene, subuh dini hari sekitar pukul 04.30 tidak jauh dari kamar mandi, di dusun Pasisian Desa Kaso Kec, Tambak sari Kab Ciamis.


Menurut Taryani (53) warga dusun Pasisian yang tidak jauh dari rumah korban, pertama melihat mayat korban tergantung ketika hendak ke kamar mandi di rumah tersebut, namun setelah membuka pintu belakang yang menghubungkan ke dapur, melihat korban tergantung dengan terlilit kabel.

Tergantung
Saat itulah Taryani yang suka membantu pekerjaaan di rumah korban lari memberitahu tetangga dan melapor ke polisi terdekat.

Setelah aparat dari Polsek Rancah memeriksa serta mengidentifikasi mayat korban di tempat kejadian tubuh korban dibawa ke Puskesman Tambaksari.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, di tubuh korban tidak ditemukan luka atau lebam akibat benturan benda keras maupun tumpul. Diduga keras korban mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri.

Hal tersebut dikuatkan dengan kondisi korban belakangan ini setelah mengalami sakit sakit dan tidak sembuh, diduga keras mengalami depresi. Kata keluarga terdekatnya kepada polisi.

Wartawan Yusuf Supriatna

Editor : Yopi S Hadi.

05 November 2018

05 November

Dra Hj Yety Katmawaty Sukses di Organisasi dan Parpol

Bandung, (majalahmahardika).- Sebut saja sosok seorang wanita tahan serangan badai, tahan benturan, berani mengatakan benar walau yang dihadapi sekalipun orang dianggap "kuat" namun ia tak bergeming berdiri tegap dan tegas. Itulah Drs. Hj. Yetty Katmawaty yang jebolan Fikom Unpad.



Tidak heran wanita yang dikenal dengan sebutan Teh Yetty bu AMI atau bu RW ini, selalu mendapat dukungan dalam berbagai hal. Baik itu masalah sosial maupun masalah kemasyarakatan, sampai organisasi. Bahkan organisasi yang digelutinya bukan saja satu atau dua, Yetty Katmawaty ini tergolong luwes, betapa tidak iadipercaya sebagai Ketua organisasi sosial yaitu radio antar penduduk indonesia Kota Bandung dua periode.

Kegiatan Forum RW Kota Bandung
Bukan itu saja Hj Yetty ini juga sebagai Ketua PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Kota Bandung, juga sebagai Ketua RW dua periode di daerahnya. Organisasi lainnya juga sebagai pengurus Pemuda Panca Sila, dan organisasi lainnya yang berpengaruh di Kota Bandung.

Dengan sepak terjangnya itulah, Yetty Katmawaty mendapat dorongan dan dukungan dari berbagai kalangan di organisasi non partai maupun di partainya. Hal tersebut sangat cocok untuk menjadi wakil mereka di Kota Bandung, khususnya Daerah Wilayah (Dapil 5) yang mencakup Gedebage, Buahbatu, Bandung Kidul,  Rancasari dan Regol.
Sebagai Ketua RAPI Wil Kota Bandung (ft:Sonni Hadi)

Ketika ditanya tentang pencalonannya, iya menjawab cukup sederhana. " ingin melaksanakan amanah masyarakat dan niatnya tulus " jawaban yang menarik dan menggembirakan bagi masyarakat yang berada di wilayah pilihannya itu. Karena tidak mengubar janji dan janji, sesuai dengan karakternya yang selalu ingin membantu dan mendengar.

Semuanya itu sejalan dan searah dengan organisasi sosial lainnya yang digeluti selama ini. baik di forum RW Kota Bandung, kepemudaan Kota Bandung, juga di lingkungan RWnya sendiri.

Semoga keinginannya melaksanakan amanah menjadi kenyataan melalui wakil masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Dapil 5.

Yetty Katmawaty menjadi calon legislatif dari partai Gerindra, untuk legislatih DPRD Kota Bandung, ia mendapat nomor urut 3.


Wartawan : Yusuf Supriatna

Editor       : Sonni Hadi


04 November 2018

04 November

Dr. H. Ondang Surjana Drs., SH., M.Si., QIA Caleg Dapil VIII untuk DPR-RI

Melaporkan ke polisi tentang pengrusakan hutan
Cirebon, (Majalahmahardika).- Berangkat dari pemerhati lingkungan, serta kepedulian terhadap lingkungan di masyarakat sekitarnya, seorang pengacara dan juga dosen yakni Dr.H Ondang Sarjana, Drs., SH., M.Si., QIA maju untuk berkiprah melalui calon legislatif (Caleg) untuk DPR-RI dari daerah wilayah (Dapil VIII) Jawa Barat yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon.

Ondang Surjana yang dikenal kalangan masyarakat di tiga kota dan kabupaten tersebut, memang sangat cocok untuk menjadi panutan serta wakil masyarakat. Betapa tidak, kiprahnya sangat dirasakan berbagai kalangan, mulai dari pemerhati lingkungan hidup di kawasan cirebon, indramayu dan kabupaten cirebon, juga salah satu penggerak peduli lingkungan hidup yang selama ini dirasakan oleh para nelayan, petani di kawasan tersebut.

Karena pedulinya Dr. H Ondang, pernah melaporkan kerusakan hutan mangrove ke Satreskrim di Polres Indramayu, dibantu para pemuda pelopor, team kementrian lingkungan hidup, Perhutani, Pemda Indramayu.

Dengan kiprahnya inilah, seorang Ondang banyak yang mendorong untuk menjadi wakil rakyat guna memperjuangkan hak hak rakyat di daerah Cirebon, Kab Cirebon dan Indramayu. Mencuatnya hasil investigasi Dr H Ondang di kawasan Pabelan Hilir Blok Tegur, tidak sedikit warga masyarakat untuk mendukungnya lebih memperjuangkan hak hak mereka.

Bahkan pemerintahan setempat setelah adanya hasil investigasi, kini sudah mulai ada perubahan yang dirasakan warga masyarakat yang terdampak dari pengrusakan hutan tersebut.

Dr. H Ondang resmi menjadi Caleg dari partai Nasdem, hal tersebut menurutnya sangat cocok dengan tujuan partainya yakni tentang "Restorasi" bahkan ingin berusaha untuk menambah nilai lebih tentang mencerdaskan masyarakat, sejahtera dan sejajar dengan masyarakat di wilayah jawa barat pada umumnya.


Selain lebih meningkatkan pembangunan fisik, juga Dr. H Ondang berusaha untuk menyeimbangkan lahir bathin masyarakat di daerah pilihannya, agar warga masyarakat lebih mumpuni untuk keluarga, masyarakat dan sekitarnya dan negara, katanya. Kenapa Dr. H Ondang memilih berkiprah pada pelestarian lingkungan,?.

Menurutnya masih banyak masyarakat di kawasan tersebut yang kehidupannya pada hasil nelayan dan petani, sehingga lahan yang sangat perlu adalah kawasan hutan yang sangat perlu mendapat perhatian lebih. 


Wartawan: Yopi

Redaktur: Sonni Hadi

30 October 2018

30 October

MUSIBAH DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN

Oleh PROF DR ASEP USMAN ISMAIL MA

Musibah

Prof DR. Asep Usman Ismail MA
Belakangan Musibah Bencana Alam datang Bertubi-tubi menimpa bagian Negeri Tercinta. Sebut saja Gunung meletus, Banjir, Longsor,  Gempabumi, Tsunami, Likuefaksi alias Tanah bergeser, berubah menjadi Lumpur,  membelah, menelan bangunan dan pepohonan beserta penghuninya. Lantas bagaimana kita memahami dan menyikapinya?

Prof Dr Asep Usman Ismail MA, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Tim Ahli Tafsir Al-Qur'an Kemenag RI, mengungkapkan telaah dan analisis kritisnya pada Kajian Subuh (27/10) di Masjid Al-Muhajirin Mampang Depok.

Pertama, memahami bahwa Allah itu Al-Khaliq atau Maha Pencipta segala sesuatu di Alam Semesta ini. Baik di Bumi maupun di Langit. Allah adalah Pemegang Otoritas Mutlak atau Causa Prima yang menciptakan Sunnatullah atau orang lain menyebutnya sebagai Hukum Alam. Semisal benda pasti akan jatuh ke bawah. Manusia pasti mati.

Ada Siang dan Malam. Matahari sebagai Sumber energi di Siang Hari dan Bulan di Malam hari. Selanjutnya, meski Allah atau Robb itu Pencipta Hukum Alam atau Hukum Allah atau Sunnatullah, Allah tidak serta merta tunduk kepada Hukum buatannya. Sebab Dia adalah Pemegang Otoritas Mutlak.

Sesekali Dia memerintahkan Api utk menjadi dingin seperti tatkala Nabi Ibrahim As dibakar oleh Namruz. Atau Air keluar dari Langit dan Bumi untuk menjadikan banjir bah di masa Nabi Nuh As sehingga Seluruh Manusia atau penduduk negeri tewas ditelan banjir, terkecuali Manusia Beriman yang sebahtera dengan Nabi Nuh.

Bisa juga terjadi Gempa Bumi Yang Dahsyat disertai Tsunami yang hebat dan Likuefaksi. Allah sangat kuasa menciptakan segala sesuatu sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur'an (QS Al-Baqarah, Al-Araf, Al-Mulk). Yang pasti, Alam tunduk kpd Sunnatullah tsb. Di sini bedanya persepsi kaum Muntazillah dan Orientalis. Sebagai ciptaan Allah, Alam seperti Gunung, Laut, Tanah, Air, Angin itu tunduk patuh Mutlak dalam Hukum Allah atau Hukum Alam tsb.

Nah, mereka dapat meminta izin Allah untuk memuntahkan laharnya, mengguncang Bumi berupa Gempa,  meluapkan Gelombang dahsyatnya seperti Tsunami. Sebab Alam tsb tunduk patuh pada Hukum Allah. Kalau sudah saatnya meletus datang meminta izin Allah dan Karena Alam itu tunduk patuh pada Hukum Alam, maka para ahli Gempa dan Gunung dapat mendeteksi kapan Alam itu akan memberontak, kapan Akan terjadi Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari? Semua itu dalam pengetahuan dan kendali Allah sebagai Causa Prima.

Selain Alam tadi yg diciptakan Allah lebih awal, Makhluk ciptaan-Nya yang lain adalah Manusia dan Jin termasuk Setan dan Iblis yang semuanya diciptakan utk hanya Beribadah kepada Allah (QS Al-Baqarah, QS Al-Mulk dll). Tapi kenyataannya dengan dibekali oleh instrumen Akal Budi, Agama dan Akhlak termasuk Hawa Nafsu, Manusia sering membantah Allah atau perintah Allah, bahkan menentang Allah yang disebut dengan Kufur, Munafik atau Musyrik. Sebut saja Fir 'aun yg mroso setara Allah, Qorun si rakus harta yg ditenggelamkan dan ditelan Bumi,  Haman si Gila Hormat yang hedonis dan Pragmatis, Samiri si Gila atau Sok Berilmu yg sombong.

Nah, Empat Serangkai ini selalu hadir di setiap Zaman. Di Tengah itu Ada Nabi atau Rasul Allah yang memperingatkan Umatnya dan Ulama atau para Auliya yang deket dengan Allah, yang doanya diijabah Allah, yang akhlaknya Karimah, yang makannya terjaga halal dan thoyib Seratus persen. Allah Cinta keoadanya dan diapun Cinta kpd Allah.

Terdapat juga Hamba Allah yg Shalih secara personal dan Sosial.
Lantas, kenapa Allah menurunkan Musibah atau Bencana?!
Pertama, untuk mengingatkan Manusia agar jangan mroso Aman dengan Maksiatnya dan durhaka kpd Allah, sehingga Allah murka atsu marah. Tentunya setelah sebelumnya Allah memberikan peringatan-peringatan sebelumnya yang dapat ditangkap oleh Ilmuwan mumpuni semisal Prof Katili atau Ulama Lurus.

"Maklumlah sekarang ini banyak Ulama mengaku Ahlul Sunnah Wal-Jamaah padahal Sesungguhnya Ahli Sunnat Wal-Gegabah. Sehingga berbuat Makar kepada Allah. Secara Sosial jabatannya Pemimpin Anu tapi secara personal ia mungkin menderita kelainan atau pribadi yang Bermasalah," tutur Prof Asep UI yg juga Tim Pakar Tafsir Al-Qur'an Kemenag RI dan Penulis buku-buku Islam dan Tasawuf. Buku terbarunya berjudul Peran Tasawuf di Era Global.

Kedua, dapat dimaknai sebagai hukuman Allah agar menghentikan Tipudaya, Kezoliman, Kejahatan dan Merusak Alam.

Ketiga, Musibah dapat dimaknai sebagai Ibroh atsu Tadabur.
Prof Asep mengingatkan utk memahami realitas tsb perlu Iman. Iman itu ada tahapannya, yaitu meresap dalam jiwa, kemudian menghayati dengan Saksama, mengakar dalam jiwa, kemudian dinyatakan secara Lisan Dalam kalimat Tauhid : La Ilaha Illa Allah, Muhammad Rasulullah. Jika power Iman ini sudah terbentuk, maka individu tsb selalu dalam jalan yang Benar (Shiddiq), Jujur, Berpikir dan berbuat semata Karena ingin meraih ridho Allah. Selanjutnya sang Hamba Allah akan membuktikan dalam Sikap dan Perilakunya Sehari-hari sbgmana Ayat Allah :

Editor : Sonni Hadi

21 October 2018

21 October

Pencerahan yang manfaat

RUMAH TANGGA SURGAWI DAN NERAKAWI

Oleh : Dindin Machfudz

Baiti Jannati, Rumahku Surgaku,
Demikian ungkapan indah Baginda Nabi Muhammad Saw.
Meski demikian, apakah runah tangga Nabi tidak pernah mengalami friksi?
Tentu saja pernah. Khususnya pasca Ummulmukminin Khadijah binti Khuwailid, satu-satunya istri beliau  yg dinikahi 25 tahun sebelumnya wafat pada tahun 619. Setelah menduda 2 - 3 tahun, Nabi menikahi Saudah janda tua yg ditinggal wafat suaminya yg awal memeluk Islam. Menyusul kemudian menikahi putri sahabatnya Abu Bakar as-Sidiq, Aisyah, dan putra sahabatnya Umar bin Khathab yg bernama Hafshah, serta Zainab. Kedua perempuan terakhir janda. Di masa rumah tangga jilid kedua ini terjadi persaingan antar istri. Termasuk kecemburuan Aisyah kpd Khadijah yg sering dipuji Nabi dan bahkan mendapatkan Salam Allah melalui Malaikat Jibril As. Aisyah juga cemburu kpd Maria asal Mesir yg melahirkan putra Nabi bernama Ibrahim.

Tapi semua friksi tsb dapat diatasi Nabi dengan baik, Adil, humanis, memuaskan sehingga para istri Nabi tunduk dan istiqomah ketika Allah mewahyukan Nabi utk para istri Nabi utk memilih Nabi beserta Allah dan Hari Kiamat atau dunia dgn kesenangannya. Para istri kemudian memilih Nabi Saw.
Lawannya Baiti Jannati adalah Baiti Naari alias Rumahku Nerakaku.
Siapakah Suami Istri penghuni Neraka?
Allah  dalam Al-Qur 'an Surah Al-Lahab mewartakan Abu Lahab dan Istrinya Umi Jamil selagi pasangan tsb masih jumeneng alias hidup. Karena pasangan tsb jahat dan kompak dalam kejahatan permanen berniat membunuh Nabi Saw dg segala kuasanya Dan hartanya.
Kedua, adalah istri Nabi Nuh As Dan Nabi Luth, yg oleh Allah Swt dalam Al-Qur 'an dinilsi kedua perempuan itu telah khianat kpd kedua Nabi tsb.
Ketiga, Suami penghuni Neraka adalah Fir ' aun, sementara Istrinya Aisiyah menjadi penghuni Surga-Nya.
Buku  Sehat Menyikapi Masalah Rumah Tangga
Ini ingin menjadi Sahabat para Istri dan Suami dalam mengatasi friksi dan cekcok di antara mereka. Saat ini begitu mudahnya para pasangan utk berpisah dan bercerai. Padahal perkawinan atau hidup berumahtangga itu berlanjut terus hingga di Akhirat bahkan di Surga-Nya nanti. Sebagaimana Allah katakan dalam QS At-Thur  : 21 yaitu :
"Dan orang-orang yang Beriman beserta anak Cucu mereka Yang mengikuti mereka Dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan Anak Cucu di dalam Surga, dan Kami tidak mengurangi sedikit pahals amal (Kebajikan) mereka. Setiap orang terijat dengan apa yang dikerjakannya." **

16 October 2018

16 October

MASJID ITU KUDU RAMAH

MASJID ITU KUDU RAMAH

Ketua DMI Jabar Zulkarnaen (ft Ist)


Depok - Dewasa ini semakin banyak Masjid yang bangunannya megah, indah, lengkap fasilitasnya. Meski demikian kita masih langka menemukan Masjid yang Bersih dan Ramah kepada para Jamaahnya. Khususnya kepada Jamaah usia Remaja dan Kanak-kanak serta penyandang difabel alias  penyandang cacat.

"Bilamana kita melongok ke Toiletnya, amboi kotornya. Tatkala kita pipis, airnya kagak ngocor. Pintu toiletnya dibiarkan rusak nggak bisa dikunci. Tatkala mau ambil air Wudhu, airnya nggak jernih dan kecil. Tatkala masuk ruang Sholat, Karpet atau Sajadahnya bau aroma tidak sedap," ujar Ir Zulkarnaen M.Sc, Ketua Pengurus Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Barat dalam Rapat Kerja Pengurus DMI Kota Depok, Ahad kemarin di Masjid Balaikota Depok.

Zulkarnaen selanjutnya menyerukan agar para Ketua DKM se-Kota Depok Dan Kota-kota di Jawa Barat mulai mengubah orientasinya. Yaitu Masjid itu kudu Bersih, Indah, Ramah kepada Anak-anak, Remaja dan penyandang cacat. Sebab Masjid adalah sarana Pendidikan penting buat Anak-anak Kita. Masjid adalah tempat persemaian nilai-nilai Islam termasuk Akhlak khususnya nilai-nilai Kemuliaan Al-Qur'an Dan Sunah Rasulullah Saw. Untuk itu Ketua DKM perlu membangun fasilitas Sosial seperti Taman, Arena Bermain Anak-anak, Perpustakaan, Wi Fi, Arena Latihan Silat dan Olahraga lainnya. Sehingga para Remaja Dan Anak-anak mau datang ke Masjid dengan Sukacita sebab segalanya ada di Masjid. Dan saatnya tiba waktu Sholat langsung Sholat Berjamaah.
Rapat komisi (ft :ist)

Pihaknya katanya terkesan dengan fasilitas dan layanan Yang diberikan oleh para petugas di Masjid Darussalam Karang Tengah Cianjur. Sepatu Dibersihkan dan disemir. Minum kopi dan aneka sirop gratis. Sajadahnya wsngi. Toiletnya super Bersih. Air Wudhunya jernih. "Akhirnya kita pun tertarik dan Berinfak Rp 50 ribu, " tutur Zulkarnaen dalam logat Bahasa Sunda yang medok.

Pelayanan dan fasilitas yang super juga diberikan oleh Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Masjid Namirah Lamongan, dan Masjid Al-Makmur Denpasar. "Ketika Pak JK (Yusuf Kalla) selaku Ketua Umum DMI memerintahkan saya studi banding ke Masjid di Bali, saya heran. Tapi setelah datang langsung dan merasakan Sensasinya di sana, baru saya tahu. Managemennya okr punya. Jamaah Sholat Subuhnya membludak. Saya pun kebagian fi Shaf kelima dari niat di shaf pertama, " sambung Ketua DMI Jabar.

Sementara itu Ketua DMI Depok Dr KH I'ie Naseri Muhammad mengingatkan para Pengurus DMI dan Ketua DKM se-Kota Depok agar terus meningkatkan kerjasama Sinergistik untuk memberdayakan Umat sesuai motto DMI, yaitu kita Mskmurkan Masjid dan Masjid Memakmurkan Kita.

Kepala Cabang BNI Syariah Depok menghimbau sudah saatnya para Pengurus DKM utk membuka rekening dan bertransaksi di BNI Syariah. Agar segalanya halal dan thoyib.

Redaktus Sonni Hadi.

08 October 2018

08 October

BAGAI BUIH DAN SANTAPAN SEDAP PARA PEMANGSA YANG RAKUS DAN LAPAR

Oleh: 

Dindin M Machfudz:

Ketua Dewan Pembina FPI Habib Muhsin Alatas menyoroti posisi Umat Islam dewasa ini yang berada pada posisi yang krusial. Kondisi saat kurang lebih Sama dengan yang digambarkan oleh Nabi Muhammad Saw lebih 14 abad silam, yaitu sebagai berikut :

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air.
Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Habib Muhsin bin Ahmad Alatas yang dikenal sebagai murid Waliyullah Kyai Hasan Asy 'ari dari Magelang ini selanjutnya mengutip kitab al fitan wal malahim ibnu katsir rangkaian akhir zaman urutan2 kehidupan

Dalam Kitab tsb Ulama mumpuni Ibnu Katsir menguraikan perihal kondisi Umat Islam di Akhir Zaman secara rinci lengkap dengan pertanda-pertandanya dan karenanya menjadi referensi para Ulama di Dunia.

Umat Islam itu banyak tapi salah-salah bagai buih di lautan yang terombang-ambing digoyang Gelombang dan dihembuskan Angin.

"Buih itu kan Busa Putih dan ringan tanpa Berat Jenis. Beda dengan Batu atau Besi yang BD-nya lebih berat ketimbang Air Laut sehingga langsung tenggelam ke dasar laut. Sekarang pun Umat Islam terpecah belah atau dipecah belah. Juga para Ulamanya terpecah belah sebagaimana digambarkan Allah dalam QS Ar-Rum : 31. Mereka tiap tiap kelompok menjadi bangga akan kelompoknya.

Umat Islam juga digambarkan oleh Nabi Saw ibarat makanan sedap yang terhidang di atas meja di hadapan para pemangsa yang lapar dan rakus dan nyaris tidak bermoral Sama sekali, " tutur Habib Muhsin yang juga Calon Anggota Legislatif dari Partai Bulan Bintang di depan Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Depok dalam pengajian bulanan kemarin.

Agar Umat tidak terpecah belah dan menjadi santapan sedap para pemangsa rakus serta buih tanpa daya, maka Umat harus Cerdas, Kritis, dan Melek Politik. Jangan alergi dan tak acuh terhadap politik dan perjalanan Bangsa.

Dan Masjid adalah tempat  yang strategis bagi pembelajaran Umat, baik keagamaan, Akhlak, Sosial, Ekonomi, Hukum, Politik. Di zaman Nabi, Masjid menjadi pusat Kegiatan Masyarakat bahkan menjadi Pusat Peradaban Manusia. Nabi Bermusyawarah tentang persiapan dan strategi Perang di Masjid. Juga tentang kelaparan, Bencana, Ekonomi Umat, dan Tata Negara. Piagam Madinah pun dibicarakan di Masjid Nabawi.

Ketua DMI Depok Dr I'ie Naseri Muhammad mengingatkan agar para Ketua DKM se-Kota Depok serba Melek, yaitu Melek Kebutuhan Umat, termasuk Melek Ilmu, Melek Ekonomi, Melek Narkoba, Melek LGBT, Melek Politik. "Kalau tidak, maka Ketua DKM menjadi Gagal Paham terhadap perkembangan dan gejala di Masyarakat dan Komunitasnya," ucap Naseri Muhammad.**

Editor: Sonni Hadi

15 September 2018

15 September

Jhonny Hidayat Tetap Bugar

Cijagra, (mandalanews).- Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana hadiri culinary night, pada acara silaturahim anggota dewan kota Bandung (DPRD) Jhonny Hidayat bersama masyarakat RW 04 Cijagra dan sekitarnya (15/9) sabtu petang.
Jhonny Hidayat, Wakil Walikota Bandung dan PLT Walikota


Kehadiran wakil wali kota Bandung tersebut, disambut warga dengan antusias betapa tidak, warga setempat berlomba menyampaikan berbagai program pembangunan di wilayah Cijagra dan sekitarnya.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Jhonny Hidayat yang biasa dipanggil akrab "Kang Jhonny" itu,  selain kuliner juga warga setempat menampilkan berbagai kesenian dari warga untuk warga, dalam rangka silaturahim dan syukuran.

Ketua AMS (Angkatan Muda Siliwangi) itu memang paling sering melakukan berbagai kegiatan di tengah tengah masyarakat di kawasan Kiara Concong, Lengkong Turangga. Baik itu silaturahmi maupun kegiatan berbasis kepemudaan.

Selain Wakil walikota Bandung pesta asli masyarakat Cijagra tersebut, juga hadir PLT Walikota Bandung Solihin. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat baik dilaksanakan di tengah tengah masyarakat, apalagi penggagasnya Jhonny Hidayat yang kental dengan warga, yang sekaligus ini mendapat tugas kembali menjadi anggota DPRD Kota Bandung mendatang.
Walikota Bandung dan Jhonny Hidayat (ft:sonni hadi)

Hal tersebut senada dengan Walikota terpilih Oded Muhammad Danial pada acara silaturahin di H. Narapati, bahwa yang dilakukan Jhonny Hidayat jarang ditemukan oleh para inohong lainnya.

Sonni Hadi